The Soda Pop
facebookPencarian
Beranda . Profil . photo . pesan (1)
pemberitahuan . teman . obrolan (1)
suly balkadaba ingin menjadi teman anda Konfirmasi

sudahkah anda bersyukur?


kiriman untuk:ALLAH DAN RASUL
ORANG YANG MUNGKIN ANDA
KENAL DAN PASTI TERKENAL
suly
terus belajar dan berbenah
untuk menjadi pribadi yang
berdaya guna

<( BIG BANG )>



LEDAKAN BESAR "BIG BANG" MENGGEMA KE SEGENAP
PENJURU PETA GALAKSI

Melalui dua proyek besar
pemetaan galaksi yang
dilakukan hingga kini, para
ilmuwan telah membuat
penemuan yang memberikan
dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang".


Hasil penelitian tersebut
disampaikan pada
pertemuan musim dingin
American Astronomical
Society. Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para
astrofisikawan sebagai salah
satu warisan terpenting dari
tahap-tahap awal alam semesta
yang masih ada hingga saat ini.


Oleh karenanya, adalah mungkin
untuk mengacu pada informasi
tentang penyebaran dan letak
galaksi-galaksi sebagai "sebuah
jendela yang membuka
pengetahuan tentang sejarah alam semesta."


Dalam penelitian mereka yang
berlangsung beberapa tahun,
dua kelompok peneliti yang
berbeda, yang terdiri dari
ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta
tiga dimensi dari sekitar 266.000
galaksi. Para ilmuwan tersebut
membandingkan data tentang
penyebaran galaksi yang mereka
kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation
[Radiasi Latar Alam Semesta]
yang dipancarkan ke segenap
penjuru alam semesta, dan
membuat penemuan penting
berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi.


Para peneliti yang mengkaji data tersebut
menyimpulkan bahwa galaksi-
galaksi terbentuk pada materi
yang terbentuk 350.000 tahun
setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu
dan mengumpul, dan kemudian
mendapatkan bentuknya akibat
pengaruh gaya gravitasi. Menurut teori Big Bang, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga dan bervolume nol.


Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda- benda langit pun mengembang. Penemuan tersebut
membenarkan teori Big Bang,
yang menyatakan bahwa jagat
raya berawal dari ledakan satu
titik tunggal bervolume nol dan
berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar
tahun lalu.


Teori ini terus-menerus dibuktikan
kebenarannya melalui sejumlah
pengkajian yang terdiri dari
puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak
terkalahkan di atas pijakan yang
teramat kokoh. Big Bang
diterima oleh sebagian besar
astrofisikawan masa kini, dan
menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa
Allah telah menciptakan alam
semesta dari ketiadaan.


Dalam penelitiannya selama
sepuluh tahun, Observatorium
Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia,
menentukan letak 221.000
galaksi di jagat raya dengan
menggunakan teknik pemetaan
tiga dimensi. Pemetaan ini, yang
dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9
meter pada menara
observatorium itu, hampir
sepuluh kali lebih besar dari
penelitian serupa sebelumnya.


(1) Di bawah pimpinan Dr. Matthew
Colless, kepala observatorium
tersebut, kelompok ilmuwan ini
pertama-tama menentukan letak
dan jarak antar-galaksi. Lalu
mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan
mempelajari variasi-variasi
teramat kecil dalam model ini
secara amat rinci. Para ilmuwan
tersebut mengajukan hasil
penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly
Notices of the Royal Astronomical
Society [Warta Bulanan
Masyarakat Astronomi Kerajaan].


Dalam pengkajian serupa yang
dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico,
Amerika Serikat, letak dari
sekitar 46.000 galaksi di wilayah
lain dari jagat raya juga
dipetakan dengan cara serupa
dan penyebarannya diteliti.


Penelitian ini, yang menggunakan
teleskop Sloan bergaris tengah
2,5 meter, diketuai oleh Daniel
Eisenstein dari Universitas
Arizona, dan akan diterbitkan
dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika].


(2) Hasil yang dicapai oleh dua
kelompok peneliti ini diumumkan
dalam pertemuan musim dingin
American Astronomical Society
[Masyarakat Astronomi Amerika]
di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari
2005. Data yang diperoleh dari satelit COBE pada tahun 1992 mengungkap adanya fluktuasi sangat kecil pada pancaran
Radiasi Latar Alam Semesta.


Bukti Penting Yang Semakin
Mengukuhkan Big Bang Data yang diperoleh dari hasil
kerja panjang dan teliti
membenarkan sejumlah
perkiraan yang dibuat puluhan
tahun silam di bidang astronomi
tentang asal usul galaksi.


Di tahun 1960-an, para perumus
teori memperkirakan bahwa
galaksi-galaksi mungkin mulai
terbentuk di wilayah-wilayah di
mana materi berkumpul dengan
kerapatan yang sedikit lebih besar segera setelah peristiwa
Big Bang. Jika perkiraan ini
benar, maka cikal bakal galaksi-
galaksi itu seharusnya dapat
teramati dalam bentuk fluktuasi
sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari Big Bang
dan dikenal sebagai Radiasi Latar
Alam Semesta.


Radiasi Latar Alam Semesta
adalah radiasi panas yang baru
mulai dipancarkan 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang.
Radiasi ini, yang dipancarkan ke
segenap penjuru di alam
semesta, menampilkan potret
sekilas dari jagat raya berusia
350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa
peninggalannya] di masa kini.


Radiasi ini, yang pertama kali
ditemukan pada tahun 1965,
diakui sebagai bukti mutlak bagi
Big Bang yang disertai berbagai pengkajian dan pengamatan, dan
diteliti secara sangat mendalam.


Data yang diperoleh dari satelit
COBE (Cosmic Background
Explorer [Penjelajah Latar Alam
Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang
dibuat di tahun 1960-an dan
mengungkap bahwa terdapat
gelombang-gelombang kecil pada
Radiasi Latar Alam Semesta.


(3) Meskipun ketika itu sebagian
keterkaitan antara gelombang
kecil tersebut dengan
pembentukan galaksi telah
ditentukan, hubungan ini saat itu
belum dapat diperlihatkan secara pasti hingga baru-baru ini.
Namun, kaitan penting itu telah
berhasil dirangkai dalam sejumlah
pengkajian terakhir. Kelompok
Colless dan kelompok Eisenstein
telah menemukan kesesuaian antara gelombang-gelombang
kecil yang terlihat pada Radiasi
Latar Alam Semesta dan yang
teramati pada jarak antar-
galaksi. Dengan demikian telah
dibuktikan secara pasti bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di
tempat-tempat di mana materi
yang muncul 350.000 tahun
menyusul peristiwa Big Bang
saling berkumpul dengan
kerapatan yang sedikit lebih besar.


Dalam jumpa pers mengenai
pokok bahasan tersebut, Dr.
Eisenstein mengatakan bahwa
pola tersebarnya galaksi-galaksi
di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang
suara yang memunculkan pola
penyebaran itu. Para peneliti
berpendapat bahwa gravitasi
mempengaruhi gelombang dan
mengarahkan bentuk galaksi.


Eisenstein membuat pernyataan
berikut: "Kami menganggap hal ini
sebagai bukti kuat bahwa
gravitasi telah memainkan
peran utama dalam
membentuk cikal bakal
[galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang
tersisa dari peristiwa Big
Bang) menjadi galaksi-
galaksi dan kelompok-
kelompok galaksi yang kita
saksikan di sekeliling kita."


(4) Dalam sebuah pernyataan
kepada lembaga pemberitaan
AAP, Russell Cannon, dari
kelompok peneliti yang lainnya,
mengatakan bahwa penemuan-
penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan
merangkum hasil penting
penelitian itu dalam uraian
berikut: "Apa yang telah kami
lakukan memperlihatkan
pola galaksi-galaksi,
penyebaran galaksi-galaksi
yang kita saksikan di sini
dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain
yang terlihat pada sisa-
sisa peninggalan peristiwa
Big Bang…"


(5) Sejumlah penemuan juga
diperoleh dari pengkajian
tentang kadar materi dan energi
yang membentuk alam semesta,
serta bentuk geometris alam
semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi
biasa, 25% materi gelap (yakni
materi yang tidak dapat diamati
tapi ada secara perhitungan),
dan sisanya energi gelap (yakni
energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang
menyebabkan alam semesta
mengembang dengan kecepatan
lebih besar dari yang
diperkirakan).


Sedangkan bentuk
geometris alam semesta adalah datar. Dukungan bagi Big Bang Sir Martin Rees Sejumlah penemuan yang dicapai
dalam pengkajian ini telah
semakin memperkokoh teori Big
Bang. Dr. Cannon mengatakan
bahwa penelitian tersebut
menambah bukti yang sangat kuat bagi teori Big Bang tentang
asal usul alam semesta dan
menegaskan dukungan itu dalam
perkataan berikut ini: "Kita telah mengetahui
sejak lama bahwa teori
terbaik bagi [asal usul]
alam semesta adalah Big
Bang -- bahwa alam
semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa
pada satu ruang teramat
kecil dan sejak itu
mengembang secara
terus-menerus."



(6) Dalam sebuah ulasan tentang
penelitian tersebut, Sir Martin
Rees, ahli astronomi terkenal
dari Universitas Cambridge,
mengatakan bahwa meskipun
menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang
berbeda, kelompok-kelompok
tersebut telah sampai pada satu
kesimpulan yang sama, dan ia
menganggap hal ini sebagai
sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya.


(7) Physicsweb.org, salah satu situs
ilmu-ilmu fisika terpenting di
Internet, memberi tanggapan
bahwa pengkajian-pengkajian
tersebut "memberikan bukti lebih
lanjut bagi teori dasar Big Bang dengan tambahan model
pengembangan alam semesta."


(8) Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan
radiasi latar alam semesta dan
benda-benda langit, para
ilmuwan memperoleh pemahaman
bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (Big Bang) dan
kemudian mengalami perluasan
(Pengembangan). Akan tetapi,
pengetahuan mendasar ini sama
sekali bukanlah hal baru bagi
umat manusia.


Di dalam Al Qur'an semenjak 1.400 tahun terakhir
umat manusia telah mengetahui
dua fakta ini, yang hanya mampu
diketahui para ilmuwan di dalam
mahaluasnya ruang angkasa di
abad ke-20. Dua Informasi Penting
mengenai Model Baku
Pembentukan Alam Semesta


disebutkan di dalam Al
Qur'an Di dalam Al Qur'an, dan di dalam
Taurat dan Injil yang isinya telah
mengalami perubahan setelah
diwahyukannya, Allah telah
mewahyukan bahwa alam
semesta dan seluruh materi diciptakan dari ketiadaan; di
dalam Al Qur'an, satu-satunya
naskah yang belum mengalami
perubahan, Dia memfirmankan
satu rahasia menakjubkan yang
lain:

alam semesta tengah mengalami pengembangan.
Pembentukan alam semesta
menjadi "ada" dari "ketiadaan"
diberitakan di dalam Al Qur'an
sebagaimana berikut:


Dia Pencipta langit dan
bumi. (QS. Al An'aam, 6:101)

Mengembangnya alam semesta,
salah satu di antara bidang-
bidang utama penelitian ilmu
pengetahuan modern,
diwahyukan dalam ayat ini:

" Dan langit itu Kami bangun
dengan kekuasaan (Kami)
dan sesungguhnya Kami
benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)


Sebagaimana telah kita pahami,
dua bagian penting dari
penjelasan yang menjadi rujukan
tentang asal usul alam semesta,
yakni Big Bang dan Mengembangnya alam semesta,
diberitakan dalam Al Qur'an di
masa ketika sarana pengamatan
astronomi masih sangat
terbatas. Hal ini memperlihatkan
bukti nyata bahwa Al Qur'an telah diwahyukan oleh Allah.
Penemuan-penemuan ilmu
pengetahuan terkini sepenuhnya
cocok dengan apa yang
diberitakan di dalam Al Qur'an,
dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi
mengarahkan perhatian kepada
kesesuaian yang erat ini.


Lihat Artikel Lain
MENU
  • halaman utama
  • terjemah al-Qur'an
  • artikel islami (miracle)
  • paradigma pria
  • paradigma wanita
  • paradigma romansa
  • facebook status via
  • primbon jodoh
  • bila suka wap ini silahkan
    like dan share ke facebook kamu
    Share
    Share
on Facebook | Share on Twitter

    beranda ·  photo ·  Pengaturan
    profil (suly balkadaba)
    Ada masalah? Coba sholat'lah